Idamen
2 min readNov 30, 2021

WARUNG MURAKABI MINGGIR ; LEBIH DARI SEKEDAR JUALAN

Berangkat dari pertanyaan “ida kenapa kamu memilih di Murakabi Minggir? Kenapa ndak milih daftar kerja yg dapet gaji pasti dan jenjang karir pasti?”

Dalam hati terkecil saya tidak ingin hidup hanya memikirkan gaji, i want more than that, ingin hidup yang beneran hidup. Sebetulnya saya memiliki keinginan, memiliki tujuan ingin memberdayakan desa dari potensi yang dimiliki dan turut andil dalam mengurangi global warming. Paling tidak mengurangi kekeosan yang terjadi saat ini.

Tapi sejujurnya saya sendiri masih malu ketika harus menyampaikan tujuan tersebut ke oranglain. Why? Karena saya sendiri belum siap ketika tujuan saya dicemooh ataupun dikritik banyak orang. Yass… i know that, seharusnya tidak seperti itu, tapi ya this is reality. Ternyata Saya bukan seorang yang berani mengumbar mimpiku ke khalayak. Mental saya belum sekuat itu, bahkan mungkin malah lebih baik tidak diumbar-umbar.

Karena mental saya belum siap, saya memilih untuk berselancar, mengembara melakukan perjalanan diri, untuk meyakinkan diri saya bahwa apa yang saya inginkan bukanlah hal yang memalukan. Apa yang saya inginkan layak untuk diperjuangkan.

Mungkin yang membuat saya sendiri ragu, karena saya menyaksikan beberapa entitas yang mengumbar keinginan dan impiannya di khalayak, tidak benar-benar melakukan dan malah terkesan memanfaatkan narasi tersebut.

Salah satu hal yang bisa saya refleksikan dari fenomena tersebut adalah “fokus pada apa yg dikerjakan, bukan pada nama”

Pertanyaan selanjutnya adalah “what’s the next step da? Your dreams is very big and complicated” i know that, saya sangat menyadari itu, my dream is so high terlalu langit, terlalu ngawu-awu. Saya sangat sangat sadar, ketika saya menyampaikan apa keinginan saya ke khalayak semua orang akan. menertawai. Emangnya aku siapa? 😅

Oleh karena itu, saya melakukan banyak pencarian, perjalanan, perkenalan. Dari mulai memulai Hijrah Plastik, Tour agen, mengikuti berbagai kegiatan lingkungan, mengikuti orang-orang yg konsen di bidang yg sama, sampai hari ini menemukan Murakabi Minggir.

Saya belajar dari pengalaman dan perjalanan ini. Jika orang lain melihat, saya seperti orang di atas perahu yang terombang-ambing di tengah laut. Kebingungan, dan iya betul saya memang kebingungan harus melangkah darimana hingga beberapa kali kehilangan diri sendiri

Sampai akhirnya saya memiliki jawaban harus mulai darimana untuk mewujudkan impian saya. Jawabannya adalah dimulai dari diri saya sendiri. Diri sendiri pun kompleks, saya memilih memperbaiki pola pikir. Sekali lagi saya paham, bahwa pola pikir adalah hasil akhir dari sebuah perjalanan dan pembelajaran. Oleh karena itu saat ini saya memilih belajar.

Belajar dari entitas saya jadikan panutan, dalam bidang yg ingin saya tekuni. Agradaya, Spedagi, Mbak Siska, Ranah Bhumi, Bumi Langit, Kebun Kumara. Alhamdulillahnya, Allah SWT sepertinya merestui keinginan saya, saya diberikan jalan sampai ke Murakabi Minggir yang di dalamnya adalah kumpulan beberapa orang yg saya jadikan panutan.

Saya menyebutnya nyantrik; Belajar langsung kepada orang yg memang ingin saya serap ilmunya.

Idamen
Idamen

Written by Idamen

Ruang rahasia yang nggak rahasia-rahasia amat 🌻

No responses yet